3 Jenis Konten Yang Tidak Diperbolehkan Oleh Tiktok

3 Jenis Konten Yang Tidak Diperbolehkan Oleh Tiktok

3 Jenis Konten Yang Tidak Diperbolehkan Oleh Tiktok – Perkembangan media sosial kini semakin maju dengan hadirnya berbagai macam aplikasi media sosial yang bisa kalian gunakan saat ini. Selain WhatsApp, Facebook,Line hingga Instagram, kini TikTok juga menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan. Menyediakan berbagai macam konten menarik yang bisa kalian tonton dengan bebas, TikTok juga di jadikan sebagai salah satu media untuk berjualan dengan jumlah penonton yang cukup banyak sehingga penghasilan nya lebih menjanjikan. Dengan semua fasilitas dan kebebasan yang ditawarkan, ini tentu membuat TikTok semakin banyak digunakan dan bahkan digunakan juga oleh para artis serta Influencer terkenal untuk semakin memperkenalkan produk ataupun jenis usaha yang tengah dikembangkan saat ini. Namun tahu kah kalian, jika TikTok juga menerapkan beberapa jenis batasan yang harus kalian perhatikan. Ada beberapa jenis konten yang tidak diperbolehkan untuk di upload di TikTok, seperti berikut ini.

3 Jenis Konten Yang Tidak Diperbolehkan Oleh Tiktok

1. Konten Dengan Unsur Kekerasan dan Pornografi

Seperti yang kita tau, konten yang mengandung unsur kekerasan ataupun pornografi ini sudah dilarang oleh seluruh aplikasi media sosial untuk ditayangkan secara bebas kepada masyarakat. Ini menjadi salah satu konten sensitif yang tidak diperbolehkan terutama untuk anak-anak yang masih di bawah 18 tahun serta anak-anak yang masih dalam pengawasan orang tua. Konten semacam ini tentu akan sangat merusak baik mental maupun psikis anak terlebih Akan berdampak cukup besar terhadap perkembangan mereka. Jika konten seperti ini ditayangkan dan ditonton oleh anak di bawah umur ditakutkan mereka akan meniti adegan-adegan yang ada didalamnya dan itu akan sangat berbahaya. Konten semacam itu akan langsung di hapus ataupun di blokir oleh pihak TikTok atau kalian sebagai penonton jika menemukan konten semacam itu bisa melakukan pelaporan ataupun spam agar bisa segera di tindak lanjuti. Oleh karena itu peran orang tua dalam menjaga dan mengawasi setiap tumbuh kembang anak menjadi hal yang sangat penting. Para orang tua perlu memberikan batasan-batasan terhadap a jenis tontonan yang boleh dan tidak boleh ditonton oleh anak-anak.

2. Konten yang Mengandung SARA, Ujaran Kebencian dan Diskriminasi.

Konten lainnya yang juga mengandung larangan karena tidak layak untuk di publikasikan adalah konten yang mengandung SARA. Yang dimaksudkan disini adalah jenis konten yang memojokkan ataupun menghina kelompok lainnya atau agama tertentu dengan celaan dan hinaan. Tentu kalian pernah melihat beberapa konten semacam ini dan kalian bisa melaporkan konten tersebut untuk ditindak lanjuti. Konten sensitif ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih karena beberapa pihak tidak menyadari hal tersebut dan masyarakat terus melakukan hal-hal yang mendiskriminasi kelompok tertentu. Hinaan atau cacian yang seringkali kalian baca di media sosial secara tidak sengaja di publish oleh pihak tertentu. Dan seperti media sosial lainnya, TikTok juga akan langsung menghapus ataupun memblokir akun yang memposting konten-konten semacam itu.

Dengan adanya konten-konten yang mengandung SARA ini, dapat menyebabkan perpecahan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya.

3. Video yang Menarasikan Berita Palsu atau Hoaks

Sebagai salah satu media yang menyediakan berbagai macam berita terbaru dari berbagai jenis sumber terpercaya, ternyata ada beberapa akun yang menarasikan berita palsu atau hoaks. Penyebaran berita palsu ini tentu akan sangat merugikan pihak lainnya terutama pihak-pihak yang menjadi korban didalamnya. Sebagai pengguna TikTok kalian juga perlu lebih berhati-hati dalam menerima berita apapun yang ada di TikTok agar bisa mendapatkan berita dari sumber yang terpercaya. Akun-akun yang terbukti menarasikan berita palsu atau hoaks akan langsung di blokir atau di laporkan agar tidak melakukan hal yang demikian lagi. Akun-akun tersebut akan dilaporkan dengan berita yang di sebarkan agar langsung di hapuskan dan itu akan menghentikan penyebaran berita palsu tersebut. Untuk itu diminta ketelitian kalian dalam menonton berbagai macam berita yang ada di TikTok dan terhindar dari berita palsu yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Kalian perlu berhati-hati terhadap konten-konten tersebut karena meskipun dilarang namun ada pula beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab dan bahkan merugikan banyak orang. Konten sensitif seperti ini harus mendapatkan perhatian yang lebih agar para pengguna TikTok bisa mendapatkan tontonan yang lebih layak.

Author: andri